> >

Pengamat: Koalisi Gerindra-PKB Hampir Pasti Bubar akibat Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Rumah pemilu | 23 November 2022, 10:20 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar berpose untuk media usai mendaftar bersama untuk calon partai politik peserta pemilu 2024 di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Senin (8/8/2022). (Sumber: KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN)

JAKARTA, KOMPAS TV - Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam menilai, koalisi yang sudah terbangun antara Gerindra dan PKB tak akan bertahan lama. 

Hal ini menanggapi ucapa Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang menyatakan akan mencari komposisi baru bila Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak dipasangkan dengan dirinya. 

Baca Juga: Begini Tanggapan Gerindra soal Isu Prabowo Dipasangkan dengan Ganjar di Pilpres 2024

"Koalisi Gerindra-PKB hampir pasti bubar, akibat cinta bertepuk sebelah tangan," kata Umam seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (22/11/2022).

Ia menjelaskan, alasan koalisi itu bubar karena Cak Imin tak legowo kalau elektabilitas dirinya itu selalu rendah dan tak bisa membantu memenangkan Prabowo di Pilpres 2024. 

"Namun, Prabowo dan Gerindra sendiri tampak tidak percaya dengan kapasitas Cak Imin dalam mendongkrak elektabilitasnya guna memenangkan kontestasi Pilpres 2024," ujarnya.

 

Oleh karenanya, lanjut Umam, meskipun sudah deklarasi koalisi, nama cawapres tetap dikosongkan.

Selain itu, kata dia, Gerindra bermain dua kaki dengan tetap mencari tokoh potensial cawapres yang bisa membantu mewujudkan Prabowo sebagai Presiden di 2024.

"Ada nama Khofifah masuk dalam daftar nama potensial tersebut, termasuk nama Puan Maharani yang jelas memiliki mesin politik riil di PDI-P," kata Umam.

Penulis : Fadel Prayoga Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas.com


TERBARU