Ia menilai penurunan jumlah pemudik bisa jadi berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat yang menurun, meskipun pemerintah telah mengupayakan berbagai bantuan.
"Ya, stimulus sudah terus dikeluarkan. Bantuan-bantuan langsung kita percepat, termasuk berbagai skenario sudah disiapkan," kata Cak Imin, Senin (31/3).
Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi tekanan ekonomi yang disebabkan oleh dinamika global.
"Insyaallah bisa bantu perbaikan ekonomi. Yang paling penting kita bahu-membahu menyadari beratnya tantangan, terutama akibat global, khususnya akibat kebijakan Amerika Serikat," lanjutnya.
Baca Juga: Pengamat Politik Adi Prayitno soal Kunjungan Didit saat Idulfitri hingga Pertemuan Megawati-Jokowi
Ketua DPR RI, Puan Maharani, juga menyoroti fenomena ini sebagai indikasi bahwa tekanan ekonomi tidak hanya dirasakan masyarakat kecil, tetapi juga menengah.
Ia mengingatkan pemerintah agar memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) menjelang Lebaran dilakukan secara tepat waktu dan tepat sasaran.
"Kondisi ini mencerminkan kesulitan ekonomi yang semakin dirasakan masyarakat, termasuk oleh kelompok kelas menengah. Jangan biarkan masyarakat kecil menanggung semua beban ini sendirian. Pemerintah harus hadir dengan solusi nyata dan langkah konkret," ujar Puan dalam pernyataan resminya, Rabu (26/3/2025).
Sebagai informasi, jumlah pemudik pada 2024 lalu diperkirakan mencapai 193,6 juta orang, atau sekitar 71,7 persen dari total penduduk Indonesia.
Jumlah itu meningkat signifikan dibandingkan 2023 yang tercatat sebanyak 123,8 juta pemudik.
Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.