JAKARTA, KOMPAS.TV - Tren jumlah pemudik Lebaran 2025 mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan rilis Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Selasa (1/4/ 2025), hanya sekitar 146,48 juta orang yang melakukan perjalanan mudik pada Idulfitri 1446 Hijriah. Angka ini turun sekitar 24 persen dibandingkan musim mudik tahun lalu yang mencapai 193,6 juta orang.
Penurunan ini tak hanya terlihat dari mobilitas masyarakat, tetapi juga tercermin dalam perputaran ekonomi selama masa libur Lebaran.
Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) mencatat, total transaksi selama musim mudik 2025 hanya menyentuh angka Rp137,975 triliun, lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencapai Rp157,3 triliun.
“Jika tahun lalu asumsi perputaran uang selama Idulfitri 2024 mencapai Rp157,3 triliun,maka asumsi perputaran tahun ini diprediksi mencapai Rp137,975 triliun, turun 12,28%,” tutur Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang, Selasa (18/3) dalam rilisnya.
Baca Juga: Hendarsam Marantoko Tanggapi Silaturahmi Didit Prabowo ke Jokowi dan Megawati saat Idulfitri
Beberapa pihak menilai kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih menjadi penyebab utama masyarakat memilih untuk tidak pulang kampung tahun ini.
Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, menyebut bahwa sebagian warga lebih memilih bertahan di ibu kota karena alasan biaya.
"Memang enggak banyak yang pulang kampung. Mungkin saja karena faktor ekonomi, atau memang mereka ingin Lebaran di Jakarta saja, jadi banyak faktor," ujar Rano, Selasa (1/4) dikutip dari Kompas.com.
Kekhawatiran serupa disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
Ia menilai penurunan jumlah pemudik bisa jadi berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat yang menurun, meskipun pemerintah telah mengupayakan berbagai bantuan.
"Ya, stimulus sudah terus dikeluarkan. Bantuan-bantuan langsung kita percepat, termasuk berbagai skenario sudah disiapkan," kata Cak Imin, Senin (31/3).
Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi tekanan ekonomi yang disebabkan oleh dinamika global.
"Insyaallah bisa bantu perbaikan ekonomi. Yang paling penting kita bahu-membahu menyadari beratnya tantangan, terutama akibat global, khususnya akibat kebijakan Amerika Serikat," lanjutnya.
Baca Juga: Pengamat Politik Adi Prayitno soal Kunjungan Didit saat Idulfitri hingga Pertemuan Megawati-Jokowi
Ketua DPR RI, Puan Maharani, juga menyoroti fenomena ini sebagai indikasi bahwa tekanan ekonomi tidak hanya dirasakan masyarakat kecil, tetapi juga menengah.
Ia mengingatkan pemerintah agar memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) menjelang Lebaran dilakukan secara tepat waktu dan tepat sasaran.
"Kondisi ini mencerminkan kesulitan ekonomi yang semakin dirasakan masyarakat, termasuk oleh kelompok kelas menengah. Jangan biarkan masyarakat kecil menanggung semua beban ini sendirian. Pemerintah harus hadir dengan solusi nyata dan langkah konkret," ujar Puan dalam pernyataan resminya, Rabu (26/3/2025).
Sebagai informasi, jumlah pemudik pada 2024 lalu diperkirakan mencapai 193,6 juta orang, atau sekitar 71,7 persen dari total penduduk Indonesia.
Jumlah itu meningkat signifikan dibandingkan 2023 yang tercatat sebanyak 123,8 juta pemudik.
Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.