Kompas TV internasional kompas dunia

Penyelidikan Penyebab Kandas Dimulai, Ever Given Terancam Dituntut dan Didenda

Kompas.tv - 30 Maret 2021, 23:26 WIB
penyelidikan-penyebab-kandas-dimulai-ever-given-terancam-dituntut-dan-didenda
Dalam foto yang dirilis oleh Otoritas Terusan Suez, Ever Given, kapal kargo berbendera Panama itu ditemani kapal tunda saat melaju di Terusan Suez, Mesir, Senin 29 Maret 2021. Tim penyelamat pada Senin membebaskan kapal kontainer kolosal itu. telah menghentikan perdagangan global melalui Terusan Suez. Hal ini mengakhiri krisis yang telah menyumbat salah satu arteri maritim paling vital di dunia selama hampir seminggu. (Sumber: Suez Canal Authority via AP)
Penulis : Vyara Lestari | Editor : Deni Muliya

TERUSAN SUEZ, KOMPAS.TV – Apa yang salah? Apa penyebabnya?

Pertanyaan inilah yang menghantui para ahli pada Selasa (30/3/2021) saat menaiki kapal Ever Given yang berhasil diapungkan kembali pada Senin (29/3/2021) sejak kandas 6 hari sebelumnya di Terusan Suez, Mesir.  

Seiring pergerakan konvoi kapal-kapal mulai mengalir kembali di nadi maritim yang menghubungkan Laut Mediterania dan Laut Merah, sekitar 300-an kapal lain yang mengangkut muatan dari minyak mentah hingga ternak masih mengantre giliran mereka, kemungkinan selama beberapa hari ke depan.

Pemerintah Mesir, perusahaan asuransi, perusahaan pengirim barang dan pihak terkait masih menunggu detail lebih lanjut tentang penyebab kapal raksasa berukuran 4 kali lapangan sepak bola itu kandas di Terusan Suez pada Selasa pekan lalu (23/3/2021).

Baca Juga: Kapal Kargo Raksasa Kandas di Terusan Suez, Lalu Lintas Perdagangan Asia - Eropa Terancam Mandek

Penyelidikan untuk mencari pihak yang bersalah tampaknya akan mengarah pada proses pengadilan yang akan memakan waktu bertahun-tahun.

Ini menyangkut penggantian biaya perbaikan kapal, perbaikan kanal, pun mengganti biaya mereka yang mengalami kerugian karena pengiriman yang terganggu.

Lantaran Ever Given dimiliki oleh perusahaan Jepang, dioperasikan oleh perusahaan pelayaran Taiwan, menggunakan bendera Panama, dan kandas di Mesir, masalah ini pun dengan cepat menjadi masalah wilayah internasional.

“Kapal ini merupakan konglomerasi multinasional,” ujar Kapten John Konrad, pendiri dan CEO situs berita ekspedisi gcaptain.com.

Sejumlah ahli menaiki Ever Given yang kini mengapung di Danau Great Bitter pada Selasa (30/3/2021), di utara kanal tunggal tempat kapal ini kandas hingga menyumbat jalur air kebanggaan rakyat Mesir itu.

Seorang pilot kanal senior yang menolak disebutkan namanya lantaran tak memiliki otoritas untuk berbicara pada media, menyatakan pada The Associated Press bahwa mereka tengah mencari tanda-tanda kerusakan dan berupaya menemukan penyebab kandasnya Ever Given.

Baca Juga: Kapal Kargo Ever Given Masih Nyangkut di Terusan Suez, Ini Detail Upaya Pembebasannya

“Kemungkinan ada kerusakan berarti pada kapal Ever Given,” ujar Konrad.

Terjebak dengan posisi melintang di kanal selama berhari-hari, bagian tengah kapal terombang-ambing naik turun seiring pergerakan pasang surut air laut, dengan tanggungan beban luar biasa dari sekitar 20.000 kontainer di permukaan kapal sepanjang 400 meter itu.

Pada Senin (29/3/2021), saat para pekerja berhasil mengapungkan sebagian badan kapal, tekanan bobot luar biasa itu berpindah ke bagian haluan kapal.

“Integritas struktural itu nomer satu. Anda tahu, ada banyak tekanan yang dialami kapal saat ia kandas dan melorot di kanal,” terang Konrad.

“Mereka harus mengecek semuanya untuk menemukan retakan dan terutama kemudi dan baling-baling di bagian belakang yang terhubung dengan ruang mesin.”

“Lalu, mereka juga harus mengecek seluruh peralatan mekanis, memastikan mereka menguji mesin, semua katup pengaman, seluruh peralatan, lantas menentukan apakah aman untuk berlayar baik sendiri atau dengan kawalan kapal tunda menuju pelabuhan selanjutnya,” tambahnya.

Baca Juga: Kapal Kontainer Ever Given Masih Terjebak di Terusan Suez, Kerugian Ditaksir Rp43 Triliun per Hari

Perusahaan pemilik kapal, Shoei Kisen Kaisha, menyatakan pada Selasa (30/3/2021) bahwa mereka akan menjadi bagian dari penyelidikan, sama seperti sejumlah pihak lain.

Shoei Kisen Kaisha juga menolak mendiskusikan kemungkinan penyebab kandas, termasuk kecepatan kapal dan angin kencang yang menerpa selama badai pasir berlangsung saat itu.

Laporan awal menyebut adanya pemadaman listrik di kapal, tapi ini segera dibantah oleh manajer teknis kapal.

Bagian-bagian kapal laut. (Sumber: kisahyd.blogspot.com)

Shoei Kisen Kaisha menambahkan, sebagian besar kerusakan diyakini terjadi pada lunas, bagian paling bawah kapal.

Masih belum diketahui apakah kapal akan diperbaiki di lokasi di Mesir atau di tempat lain, juga apakah kapal akan tetap berlayar ke tujuan semula ke Rotterdam di Belanda.

“Ini keputusan yang harus dibuat oleh operator, dan bukan pemilik kapal,” kata Shoei Kisen Kaisha.  

Baca Juga: Kapal Ever Given Terjebak di Terusan Suez, Ekspor Impor RI Terganggu

Kandasnya kapal Ever Given telah mengakibatkan kerugian miliaran dolar per hari dalam perdagangan maritim.

Sejumlah pihak yang mengalami kerugian tampaknya akan mengajukan tuntutan hukum.

Shoei Kisen Kaisha dilindungi asuransi senilai USD 3 miliar melalui 13 klub Perlindungan dan Ganti Rugi.

Klub-klub itu merupakan perusahaan asurasi bersama nirlaba yang digunakan oleh sebagian besar perusahaan pelayaran global.  

Firma hukum global Clyde and Co mengatakan, pemilik Ever Given tampaknya akan membayar otoritas kanal Mesir atas bantuan yang telah diberikan. Otoritas Terusan Suez pun dapat mendenda Ever Given.

“Kami mengantisipasi penyelidikan lebih rinci yang akan menentukan penyebabnya,” kata Clyde and Co. “Jelas penyebabnya akan berdampak pada kewajiban hukum kepentingan kapal dan kargo Ever Given.”

Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sissi pada Selasa (30/3/2021) mengunjungi wilayah tepi kota Ismailia untuk memuji mereka yang telah mengapungkan kembali kapal.

Berbicara pada sekelompok wartawan, el-Sissi menyatakan Mesir tidak akan mencampuri penyelidikan yang akan ditangani oleh para ahli.

“Kami ingin mengonfirmasi pada dunia, bahwa semuanya kembali seperti semula,” tambahnya.

Sang presiden tampak berdiri di sisi sebuah plakat yang berbunyi: “Selamat datang di Terusan Suez: garis kehidupan Mesir untuk perdamaian, kemakmuran dan pembangunan.”



Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA



Close Ads x