Kompas TV kolom opini

Topkap Sarayi

Kompas.tv - 1 April 2025, 07:05 WIB
topkap-sarayi
Tulip merah, di kebun Istana Kopkapi, Istanbul (Sumber: Trias Kuncahyono)

 

Oleh: Trias Kuncahyono

Bunga tulip merah, kuning cerah, kuning kunir, jinga, putih, dan merah jambu seperti berlomba memamerkan kecantikannya. Mereka memang indah. Indah bermekaran di hamparan rumput hijau di halaman dan taman-taman Topkapi Sarayi, Istana Topkapi, Istanbul, pagi itu.

Memang, bunga apa pun termasuk tulip, mekar mewakili keindahan. Namun, walau mewakili keindahan, mereka tidak pernah sombong. Mereka diam-diam mekar; dan diam-diam pula layu ketika tiba saatnya, sementara keindahannya sudah dinikmati manusia.

Semua bunga, termasuk tulip yang begitu indah, cantik memesona itu, harus ikhlas layu; lalu giliran selanjutnya, harus ikhlas pula dibuang sebagai sampah. Begitulah, ritme kehidupannya: dipuja-puja, disanjung-sanjung, dicintai, lalu dibuang karena telah layu, jadi sampah. Ia tidak akan protes. Dan, tidak pula patah hati. Bila saatnya datang, ia akan tumbuh dan mekar kembali.

Apa pun kisah hidup bunga hidup  yang habitat aslinya dari daerah Asia Tengah, sekarang Kazakhstan (masuk pusat Kekaisaran Ottoman–sekarang Turki–pada abad ke-11; lalu pada abad ke-16 dibawa ke Belanda yang kemudian menjadi “rumah”-nya), kehadirannya menjadi pertanda. 

Bunga lambang firdaus di bumi dan cinta ini, saking eloknya, tumbuh dan mekar ketika memasuki akhir musim dingin atau awal musim semi. Maka dikatakan, bila tulip bermekaran pertanda  bahwa musim semi telah datang.

***

Topkapi Sarayi, tidak hanya tentang tulip. Tapi, tentang sejarah panjang politik, kekuasaan, pemerintahan, juga budaya Ottoman. Selama hampir 400 tahun Topkapi Sarayi menjadi pusat kekuasaan dan pemerintahan  Kekaisaran Ottoman, yang berkuasa lebih dari 600 tahun.

Sejarah mengisahkan, Kesultanan Ottoman yang pernah menguasai dan memerintah wilayah Timur Tengah, Afrika Utara, dan Eropa Timur, didirikan oleh Osman I, pada tahun 1299 (Historians of the Ottoman Empire). Maka, kerajaannya disebut Ottoman; Osman dalam bahasa Arab adalah “Uthman”, Ottoman.

Pasukan Ottoman pertama kali menyerbu Eropa pada tahun 1345. Mereka menyapu bersih Balkan. Lalu,  pada tahun 1453 Ottoman, di bawah Mehmed II (Sang Penakluk),  menghancurkan Kekaisaran Bizantium, Romawi Timur dan merebut ibu kotanya, Konstantinopel (sekarang Istanbul), yang selanjutnya menjadi ibu kota Ottoman.

Mehmed II lah yang memerintahkan pembangunan Istana Topkapi, 1459. Ia tinggal di sana sejak tahun 1478, hingga kematiannya tiga tahun kemudian. Sekitar 22 sultan memerintah dari Istana Topkapı. Maka Istana Topkapi menjadi simbol kekuasaan sampai pada tahun 1853, ketika Sultan Abdülmecid I  memindahkan istana sultan ke Istana Dolmabahçe.

Kami memberikan ruang untuk Anda menulis

Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.

Daftar di sini



Sumber : triaskredensialnews.com




KOMPASTV SHORTS


Lihat Semua

BERITA LAINNYA



FOLLOW US




Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.


VIDEO TERPOPULER

Close Ads x