JAKARTA, KOMPAS.TV- Buah alpukat telah lama dikenal sebagai makanan super dengan segudang manfaat. Buah ini kaya akan banyak nutrisi, termasuk serat, lemak sehat, vitamin C, vitamin E, vitamin B6, kalium, magnesium, dan folat.
Alpukat dipercaya dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan menjaga kesehatan otak. Mengutip laman Cleveland Clinic, umumnya seseorang akan direkomendasikan mengonsumsi 1/2 hingga 1 buah alpukat per hari.
Meski sehat dan bergizi, tidak semua orang boleh mengonsumsi alpukat. Ada sejumlah orang yang sebaiknya membatasi atau menghindari konsumsi buah ini.
Baca Juga: 7 Superfood yang Baik untuk Kesehatan, Ada Telur hingga Alpukat
Melansir laman WebMD, berikut daftar orang yang tidak disarankan mengonsumsi alpukat dan harus membatasinya.
1. Alergi lateks
Latex intolerance atau yang lebih dikenal dengan sebutan sensitivitas terhadap lateks adalah penyakit di mana orang tersebut sensitif terhadap lateks. Orang yang punya sensitivitas terhadap lateks ini tidak diperbolehkan mengonsumsi alpukat karena bisa berisiko shock yang menyebabkan sesak nafas atau ruam merah dan gatal-gatal pada kulit.
Hal ini disebabkan oleh adanya protein yang mirip lateks pada buah alpukat. Sistem kekebalan tubuh penderita alergi lateks dapat salah mengira protein dalam buah sebagai lateks, sehingga memicu reaksi alergi.
2. Orang dengan penyakit liver
Orang yang punya penyakit liver juga tidak disarankan untuk mengonsumsi alpukat. Pasalnya, beberapa jenis alpukat mengandung estragole dan anethole.
Keduanya meningkatkan risiko masalah hati jika dikonsumsi berlebihan.
2. Orang dengan masalah pencernaan
Orang dengan masalah pencernaan, seperti iritasi gastrointestinal, tidak diperbolehkan mengonsumsi alpukat. Sebab, buah jenis ini dapat membuat iritasi semakin parah.
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.