Kompas TV nasional politik

Anies Respons Pidato Jokowi soal Pemimpin Selanjutnya: Kemajuan Negara Bukan Karya Satu Presiden

Kompas.tv - 18 Agustus 2023, 06:20 WIB
anies-respons-pidato-jokowi-soal-pemimpin-selanjutnya-kemajuan-negara-bukan-karya-satu-presiden
Anies Baswedan saat ditemui awak media di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (15/8/2023). Anies Baswedan menyebut tingginya polusi di Jakarta saat ini disebabkan oleh udara kotor dari luar kota, khususnya wilayah industri. (Sumber: Tribunnews.com/Mario Sumampow)
Penulis : Tito Dirhantoro | Editor : Deni Muliya

JAKARTA, KOMPAS.TV - Bakal calon presiden (Bacapres) dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan buka suara menanggapi pidato Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengenai tantangan bagi pemimpin selanjutnya untuk membuat Indonesia menjadi negara maju.

Diketahui, Jokowi menyampaikan Indonesia sudah memiliki modal untuk menjadi negara maju. Namun, kata dia, semua modal itu akan ditentukan oleh pemimpin bangsa setelah dirinya.

Terkait hal itu, Anies menilai bahwa semua kemajuan yang telah terjadi di Indonesia bukanlah hanya karya dari satu orang saja, melainkan berasal dari jutaan ide dan gagasan lintas generasi.

Baca Juga: Anies Ikut Meriahkan HUT RI di Komplek Rumah, Kalah Lomba Pukul Bantal Lawan Pak RT

Sebab, Anies menuturkan, usia Indonesia merdeka bukan baru lima tahun, tapi sudah 78 tahun, sehingga melibatkan jutaan orang dalam setiap kemajuannya.   

"Kita merdeka bukan lima tahun yang lalu. Kita merdeka 78 tahun yang lalu,” kata Anies di Waduk Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (17/8/2023).

“Selama 78 tahun itu, sudah banyak presiden bekerja, ada jutaan orang yang sudah berkarya. Ini bukan karya satu orang, ini bukan karya satu presiden," ujarnya. 

Lebih lanjut, Anies menjelaskan, selama 78 tahun itulah, setiap lima tahun sekali, masyarakat Indonesia berhak turut serta menentukan apa yang selanjutnya akan diraih dan dikerjakan pemerintah.

Menurut Anies, hal itu merupakan bentuk keberlanjutan. Dalam setiap keberlanjutannya, kata dia, sudah pasti ada perubahan. Hal itu terjadi di seluruh bangsa di dunia.

Baca Juga: PDIP Respons Ajakan Anies Pekik Merdeka dengan Gestur Tangan Terbuka

Anies meyakini hal yang menjadi rujukan dalam setiap keberlanjutan adalah konstitusi. Hal itu sebagaimana dirancang oleh pendiri bangsa.

"Jadi, ke depan, saya yakin, yang jadi rujukan adalah konstitusi kita. Apa yang dirancang oleh para pendiri Republik ini. Itu yang jadi pegangan," ujar Anies.

"Jadi ke depannya itu, janji kemerdekaan itu, yang menurut saya perlu menjadi perhatian, justru aspek keadilan, aspek kesetaraan, aspek pemerataan. Itu yang harus kita perhatikan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia sudah memiliki modal untuk menjadi negara maju.

Namun, semua itu disebut Jokowi akan ditentukan oleh pemimpin bangsa setelah dirinya.

"Oleh sebab itu, saya berulang kali menyampaikan, kepemimpinan ke depan sangat menentukan masa depan Indonesia," kata Jokowi dalam pidato kenegaraannya di Sidang Tahunan MPR, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2023).

Baca Juga: Menyimak Kegiatan Anies, Ganjar dan Prabowo di Peringatan HUT Ke-78 Kemerdekaan RI 2023

Jokowi menambahkan, apa yang disampaikannya itu bukan tentang siapa yang menjadi presiden berikutnya. 

Mantan Wali Kota Solo ini menekankan kepada para calon pemimpin untuk bekerja sesuai dengan apa yang sudah dimulainya saat ini.

"Apakah berani atau tidak? Mampu konsisten atau tidak? Karena yang dibutuhkan itu adalah napas yang panjang, karena kita tidak sedang jalan-jalan sore," ujar Jokowi.

Jokowi mengingatkan agar calon pemimpin bangsa berikutnya berkomitmen membangun bangsa dalam jangka panjang.

Dalam hal ini, Jokowi menganalogikan bahwa sebagai negara, Indonesia tidak sedang seperti mengikuti perlombaan lari sprint, melainkan maraton.

"Yang kita lakukan harusnya adalah lari maraton untuk mencapai Indonesia emas," kata Jokowi.

Baca Juga: Sebut Selama 78 Tahun Merdeka Sudah Banyak Presiden Bekerja, Anies: Pemerataan Harus Diperhatikan

Kemudian, Jokowi menjelaskan bahwa tantangan Indonesia ke depan tidak mudah. Pilihan kebijakan pun diakuinya akan semakin sulit.

Karena itu, dibutuhkan keberanian dan kepercayaan dari sosok calon pemimpin.

"Untuk mengambil keputusan yang sulit dan keputusan yang tidak populer. Oleh sebab itu, menurut saya, pemimpin itu harus punya public trust karena kepercayaan adalah salah satu faktor penentu," ujar Jokowi.




Sumber : Kompas.com


BERITA LAINNYA



Close Ads x