"Padahal kami sangat berharap adanya perhatian dan keseriusan pemerintah untuk penyelesaian tragedi tersebut," tuturnya.
Sementara itu, pernyataan senada dilontarkan okeh Koordinator Tim Gabungan Aremania (TGA), Dyan Berdinandri.
Ia meminta pemerintah Indonesia untuk mengusut tuntas kasus Tragedi Kanjuruhan dengan serius.
Baca Juga: Piala Dunia U20 di Indonesia Batal, Erick Thohir Diminta Fokus Usut Tragedi Kanjuruhan
"Kami meminta kembali Pemerintah Indonesia untuk lebih serius memperhatikan para korban dan keluarga korban," kata Dyan dikutip dari BolaSport.
"Serta mengupayakan penyelesaian Tragedi Kanjuruhan secara tuntas."
"Bagi kami ini sudah bukan lagi persoalan sepak bola atau suporter semata. Ini tragedi kemanusiaan yang memberikan dampak buruk bagi kita semua secara umum, khususnya bagi masyarakat Malang Raya," tandasnya.
Sebagai informasi, sejumlah terdakwa telah mendapatkan vonis hukum atas Tragedi Kanjuruhan.
Baca Juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Independensi dalam Sidang Kasus Kanjuruhan
Vonis yang diberikan majelis hakim untuk para terdakwa merugikan para keluarga korban. Pasalnya, dari seluruh terdakwa, hukuman paling berat hanya 1,5 tahun penjara.
Padahal, Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang merupakan salah satu insiden olahraga paling berdarah di dunia.
Sumber : Kompas TV/BolaSport
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.